bermain sepakbola
Mentari senja mulai merayap turun, mewarnai langit Yogyakarta dengan semburat oranye yang hangat. Di lapangan gamping, namun penuh kenangan, kami berlima berkumpul: Nandha, Vrian, Lanno, dan okta,Arga, siap untuk memulai ritual pagi yang tak pernah lekang oleh waktu bermain sepak bola. Lapangan itu bukan rumput hijau yang terawat, melainkan tanah berdebu yang dihiasi tambalan rumput kering. Namun, bagi kami, lapangan ini adalah tempat kami mengukir cerita, tawa, dan persahabatan yang tak ternilai harganya. Nandha, dengan postur tubuhnya yang tinggi dan larinya yang cepat, selalu menjadi andalan di lini depan. Vrian, si pemilik kaki kanan yang sangat kuat , mampu melepaskan tendangan melengkung yang mematikan. Lanno, dengan stamina tanpa batas, tak kenal lelah mengejar bola dari ujung lapangan ke ujung lapangan lainnya. okta, si penjaga gawang yang lincah, selalu siap menghadang setiap serangan lawan dengan refleksnya yang luar biasa. arga mencoba mengimbangi mereka dengan kemampua...